Gebang T pandan

Gebang T pandan "we are lovers of peace" atau apa pun yg sipat nya menghibur & menambah wawasan baru.. selam hangat"jabat erat SLL .

Halaman grup ini semata mata hanya untuk menambah saudara & mempererat tali silturhm,,,hiburan,wawasan dll & trbuka bg siapapun,' monggo'' silahkan kirim note, poto, vidio puisi, pantun..

07/07/2020
07/07/2020

tess

15/06/2019
https://youtu.be/JvgrYLw_ZMg
15/06/2019

https://youtu.be/JvgrYLw_ZMg

Puluhan ribu orang melakukan unjuk rasa di Hong Kong untuk menolak undang-undang ekstradisi. Akibatnya pasar keuangan di negara itu jadi tertekan. Hal itu te...

15/06/2019
28/06/2016

Sauuuuuuuuuuuur

17/07/2015

Assalamu'alaikum Wr Wb... Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Taqabbal Ya Kariim, Minal 'aidin walfaidzin. Mohon maaf lahir dan bathin. Selamat hari raya idul fitri 1436 H Wassalamu 'alaikum Wr Wb.

27/03/2015

Angin dingin senja membawa
Kabut putih menghapus mentari
Tegak cahyanya menusuk citra
Pahatan Gunung memecah langit
Berselimut awan beralas zamrud
Tinggi..Tajam ....

Cara Membangun Web DesaOctober 25, 2014 Ridwan SSTTulisan ini berguna bagi anda yang berencana untuk membuat sebuah webs...
26/02/2015

Cara Membangun Web Desa
October 25, 2014 Ridwan SST

Tulisan ini berguna bagi anda yang berencana untuk membuat sebuah website desa (gampoeng) secara gratis. Untuk Domain nya bisa didapatkan secara gratis begitu juga web nya dalam hal ini menggunakan CMS WordPress. Mari kita kupas tentang tata cara dan juga syarat-syarat untuk buat web Desa/Gampoeng.

desa.id DOMAIN GRATIS UNTUK DESA

Sejak tanggal 1 Mei 2013 domain desa.id sudah resmi dibuka untuk seluruh desa se Indonesia. Domain desa.id diresmikan oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) bersama dengan Gerakan Desa Membangun (GDM). Domain ini memang gratis dan yang perlu dibanggakan adalah bahwa domain desa.id adalah satu-satunya domain yang berbasis bahasa Indonesia.

Domain desa.id ditujukan untuk publikasi desa-desa se Nusantara karena domain go.id merupakan domain untuk lembaga pemerintahan hanya sampai level kabupaten, padahal desa merupakan lembaga pemerintahan terendah.

Jika semua desa se Indonesia menyadari betapa pentingnya publikasi potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di desanya pada seluruh dunia, tentu semua desa akan segera berebut untuk membuat domain desa.id. Sekali lagi domain ini gratis untuk lembaga organisasi desa.

Harapan dari PANDI adalah agar semua desa di seluruh Nusantara memanfaatkan domain ndesa.id tersebut dan segera bisa meng-upload segala kegiatan dan potensi yang ada didesanya. Jika semua desa bisa mengupload sumber daya desa niscaya akan tercipta akses/ komunikasi yang cepat dalam segala lini. Hal ini akan membantu mempercepat mengenalkan desa tersebut pada seluruh dunia.

Persyaratan untuk memperoleh domain desa.id

Untuk bisa mendapatkan domain desa.id sangatlah mudah dan gratis. Persyaratan yang diperlukan untuk mendapatkan domain desa.id adalah sbb :

kunjungi link : http://desa.web.id/

Berikut Syarat untuk bisa dapatkan Domain desa.id :

1. Identitas Asli Pendaftar ( KTP/ SIM) ) yang berlaku.

Kartu identitas dipindai / di-scan / difoto bagian Biodata saja ( 1 muka ).
File gambar kartu identitas disimpan dalam format .JPG / .PNG
Besar file gambar kartu identitas diusahakan tidak lebih dari 500 Kb.
agar memudahkan dalam proses pengunggahan (upload).

2. Surat Permohonan desa.id dari Kepala atau Sekretaris Desa.

Contoh surat permohonan dapat dilihat & diunduh langsung DISINI.
atau lihat dan unduh dari : http://bit.ly/suratdesaid

Keterangan :

Unduh dengan format .odt / .docx ( untuk diedit )
Setelah diunduh, surat kemudian diedit
Setelah diedit, surat dicetak / di print
Surat yang tercetak kemudian ditandatangani dan distempel
Setelah itu surat dipindai / di scan / difoto
File scan / foto = .JPG / .PNG dengan besar file maksimal : 500 Kb (agar mudah dalam proses pengunggahan /upload).Contoh format surat pendaftaran desa.id :

Contoh hasil surat :http://desa.web.id/…/…/2013/04/desa.id-surat-pendaftaran.png

Keterangan Pendaftar ( Registran ) :

Berdasarkan Kebijakan Pengelola Domain Internet Indonesia (PANDI), pendaftar (registran) desa.id adalahKepala Desa atau Sekretaris Desa (atau istilah lain) sebagai perwakilan Desa (bukan sebagai pribadi).

Perangkat Desa bahkan Warga Masyarakat lain yang memiliki kemampuan teknis untuk mengelola domain ( minimal mengerti sistem surat elektronik / e-mail ) juga bisa menjadi registrant, dengan Surat Permohonan yang tetap ditandatangani oleh Kades / Sekdes.
Untuk pendaftar selain Kepala / Sekretaris Desa, misalnya Desa akan mendaftarkan dengan menggunakan jasa Registrar / Reseller .id bisa disiapkan Surat Kuasa dari Pemerintah Desa.

Ingin detail tentang cara dapatkan Domain desa.id dan tata cara buat web desa, silahkan kunjungi : http://desa.web.id/

Demikian.
DESA.ID | Domain Desa-desa Indonesia
desa.web.id

23/02/2015

Pesawaran – Kecamatan Telukpandan dan Wayratai telah diresmikan menjadi kecamatan ke 10 dan ke 11 di Kabupaten Pesawaran. Rencananya Pemkab setempat akan segera meresmikan 2 wilayah hasil pemekaran Kecamatan Padangcermin ini pada 18 dan 19 November 2014 mendatang.
Pada tanggal 18 bulan ini, Kecamatan Telukpandan terlebih dahulu diresmikan di lapangan Hanura, Desa Hanura, esoknya, giliran Kecamatan Wayratai yang rencananya juga diresmikan oleh Bupati Pesawaran Aris Sandi Darma Putera di Desa Mulyasari.
Diketahui, usulan dan tahapan pemekaran kecamatan ini mulai digarap kembali pada tahun 2013 lalu, tahapan ini langsung dilaksanakan oleh bagian tata pemerintahan pemkab setempat.
“Pada tahun 2006 pernah diajukan usulan kepada Pemkab Lampung Selatan tentang pemekaran Kecamatan Padangcermin, tapi tertunda lantaran terkendala oleh rencana pemekaran Kabupaten Pesawaran,” ujar Kabag Otonomi Daerah Pemkab Pesawaran M Ali Ahmadi, Selasa, 11 November 2014.
Seakan lupa, (tim pemekaran kecamatan), proses usulan terdahulu terhenti. Dan baru pada 2013 usulan itu diambil alih oleh Bagian Tapem. “Dan pada Agustus ini (2014) rekomendasi Gubernur (Sjachrudin ZP) tentang pemekaran desa keluar, sehingga kami mengacu pada PP 19 Tahun 2008 tentang kecamatan,” tandasnya.
Diketahui, sebelumnya Kecamatan Padangcermin memiliki 31 desa. Dan setelah dimekarkan menjadi 3 Kecamatan. Kecamatan induk (Padangcermin) memiliki 11 desa dan masing masing kecamatan pemekaran memiliki 10 desa.
Sehingga, saat ini Kecamatan Telukpandan, memiliki 10 desa, yakni Desa Batu menyan, Cilimus, Gebang, Hanura, Hurun, Munca, Sidodadi, Sukajaya Lempasing, Talangmulya dan Desa Tanjungagung
Untuk Kecamatan Wairatai juga memiliki 10 desa, yaitu Desa Bunut, Bunut Seberang, Wates Wairatai, Ceringinasri, Sumberjaya, Mulyasari, Poncorejo, Gunungrejo, Pesawaan Indah, dan Desa Harapanjaya.
Sedangkan untuk Kecamatan Padangcermin tinggal memiliki 11 desa, yakni Desa Sanggi, Durian, Padangcermin, Banjaran, Gayau, Khoponjaya, Hanau Berak, Tambangan, Paya, Wayurang, serta Desa Trimulyo.

10/11/2014

Tim arkeolog menemukan koin di situs megalitikum Gunung Padang. Ditemukan pada kedalaman 11 meter, koin itu merupakan artefak kedua yang ditemukan dalam penggalian yang dilakukan sejak Sabtu (14/9/2014).
Diberitakan sebelumnya, Ali Akbar, salah seorang arkeolog yang terlibat riset, mengatakan bahwa koin tersebut merupakan benda kuno yang diduga berfungsi sebagai jimat. Koin tersebut diduga berasal dari masa antara 500- 5.200 SM.
Kondisi koin saat ditemukan sudah berwarna kehijauan. Warna itu membuat Ali yakin bahwa koin yang ditemukan memang berusia sangat tua. Ribuan tahun terpendam di tanah, koin mengalami proses oksidasi sehingga berubah warna.
Namun, arkeolog dari Balai Arkeologi Bandung, Lutfi Yondri, tak yakin bahwa koin yang ditemukan sudah berusia ribuan tahun. Ia melakukan analisis. "Itu koin mirip dengan koin Netherland Indie yang terbit tahun 1945," katanya.
Kemiripan kedua koin terlihat dari motifnya. Koin Netherland Indie juga memiliki motif gawangan di tepi dan bulatan di bagian tengah.
Lutfi menambahkan, usia koin juga tidak cocok dengan klaim usia lapisan tanah tempat koin ditemukan. Ditemukan pada kedalaman 11 meter, merujuk pada klaim tim riset Gunung Padang sebelumnya, seharusnya koin berusia jauh lebih tua dari masa 5.200 SM.
"Koin yang disimpulkan dibuat dengan teknik cetak ini kalau ditempatkan ke dalam lintasan pertanggalan karbon yang telah mereka buat umurnya lebih dari 22.770 tahun lalu karena berada di kedalaman 11 meter," _Selain menemukan sejumlah artefak unik pada ekskavasi permulaan, Timnas Peneliti Gunung Padang, juga menemukan artefak mirip senjata khas Jawa Barat, kujang.
"Benda ini telah diamati dan diperkirakan asli buatan manusia zaman dulu, batunya dipangkas di semua permukaan dan digerinding atau digosok, sehingga menjadi halus termasuk permukaannya," kata Ali Akbar, Timnas Peneliti Gunung Padang, Senin kemarin.
Ali Akbar menjelaskan, sebelum prasejarah teknik tersebut sudah dikenal dan dipergunakan masyarakat. Selain itu, bentuk benda seperti itu mungkin hanya satu-satunya, bukan saja di Indonesia bahkan di dunia.
Saat ini, ungkap dia, pihaknya sedang meneliti secara intensif dan dalam waktu dekat akan meminta izin supaya artefak itu dibawa ke laboratorium di Jakarta.
"Kami punya alat yang namanya mikrotemografi seperti cytiscan yang nantinya benda tersebut dimasukkan ke lab, untuk mencari tahu sebelah mana benda yang dimodifikasi oleh manusia zaman dulu," katanya.
Dia menjelaskan, apakah pada benda tersebut ada kemungkinan mengandung zat-zat atau material yang menempel atau bekas tumbuhan atau dipakai untuk menebang pohon atau lainnya.
"Minggu depan artefak yang ditemukan di bagian selatan teras lima tertimbun cukup dalam akan kami bawa ke lab di Jakarta untuk diteliti," kata Ali lagi.
Selain artefak berbentuk kujang, tim juga menemukan beberapa tembikar atau gerabah yang menunjukkan manusia sudah memiliki kemampuan untuk membuat wadah. Benda tersebut diperiksa oleh ahli tembikar atau gerabah dan ternyata pembuatannya kala itu menggunakan teknik yang ditekan, bukan menggunakan roda putar.
"Kalau roda putar teknik belakangan yang dipakai manusia. Ini ditekan teknik awalnya sehingga periodenya memang cukup tua. Dari berbagai bentuknya kami sudah pelajari dan tembikar-tembikar itu ada yang seperti kendi dan piring," kata Ali.
Penemuan gerabah itu, hampir semuanya ditemukan di Teras 2, dan temuan kendi cukup banyak dalam kondisi pecah-pecah.
Tim peneliti telah membuat secara simulasi kemungkinan benda itu untuk prosedur prosesi dari penziarah yang datang dari utara mengambil air untuk bersuci dengan kendi, naik ke tangga utara dan terus hingga ke teras 1, lalu membasuh diri.
"Setelah membasuh diri, benda itu ditinggalkan, lalu mereka melakukan ritual berikutnya. Itu jenis-jenis artefak pertama dari tanah liat," kata Ali.
Penemuan artefak lainnya, adalah artefak yang mirip alat logam yang bentuknya seperti pisau. Jika dilihat secara seksama maka benda ini seperti ada pegangannya, lalu ada bentuk tajaman ukuran kecil.
"Mungkin pegangan ini, dulu ada gagangnya dan tajaman pisau ini kemungkinan masih panjang karena terlihat sudah patah. Dengan adanya artefak ini, warga dulu yang tinggal di situs ini sudah mengenal budaya logam," katanya.
Dia menjelaskan masyarakat yang tinggal di kawasan itu, bukan masyarakat yang berburu dan peramu makanan. "Kami belum memasukannya ke dalam laboratorium karena benda ini terlihat rapuh sekali, sedangkan di lab perlakuannya cukup banyak jadi kami simpan dulu," katanya.
Melihat berbagai penemuan artefak itu, dia menilai, warga yang sudah menetap di situs sudah teratur, mampu bekerja sama dengan baik, bergotong royong membuat bangunan yang besar. Tim peneliti situs Gunung Padang menyatakan bahwa mereka baru saja menemukan struktur dinding bangunan di bawah permukaan teras 5, area tertinggi dari situs itu.
Menurut sekretaris tim riset, Erik Rizki, struktur dinding itu menerus pada lubang galian hingga kedalaman 3,3 meter.
Struktur dinding dinyatakan tersusun atas batuan andesit. Bantuan direkatkan oleh semacam semen purba.
Dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Jumat (26/9/2014), Erika mengklaim bahwa struktur itu menjadi bukti adanya ruangan di bawah teras lima.
Struktur itu diduga buatan manusia, sebagaimana sejumlah artefak yang dinyatakan ditemukan pada kedalaman 1-2 meter di teras tersebut.
Ekskavasi Gunung padang berlangsung sejak 14 September 2014 lalu. Sejumlah artefak ditemukan, mulai koin hingga batuan serupa dolmen.
Temuan menuai sejumlah kontroversi. Soal koin misalnya. Sejumlah arkeolog meragukan koin yang ditemukan memang berasal dari masa 5.200 SM seperti yang diklaim tim riset.
Erik mengatakan, ekskavasi masih akan dilanjutkan hingga mencapai dasar dari struktur dinding yang ditemukan hari ini.
Ekskavasi Gunung Padang menggunakan dana abadi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dana yang dialokasikan untuk tahap ini adalah Rp 3 miliar.

10/11/2014

Kerajaan Hindu/Buddha (0-1500)
Fail:Nusantara hindu buddha.
Kerajaan-kerajaan Hindu Buddha utama di Nusantara.

Candi Borobudur di p**au Jawa merupakan bukti kekuasaan kerajaan-kerajaan Dharma di Nusantara.
Ketika awal tarikh Masihi, Nusantara diperintah oleh beberapa kerajaan Buddha dan Hindu. Agama-agama dharma ini disebarkan oleh pedagang-pedagang India yang belayar ke Nusantara. Kerajaan Hindu pertama di Nusantara, mengikut catatan pedagang India ialah kerajaan Jawa Dwipa di p**au Jawa yang wujud sekitar 200 SM. Manakala, mengikut Prasasti Yupa, kerajaan tertua di nusantara ialah Kerajaan Kutai[1] yang bertarikh 400 SM.

Pada kurun ke 7 hingga kurun ke 14, terdapat dua kerajaan besar iaitu kerajaan Srivijaya dan kerajaan Majapahit. Kerajaan Srivijaya merupakan kerajaan pertama yang berjaya menyatukan Nusantara dan membentuk acuan budayanya. Ini diikuti dengan kerajaan Majapahit dari Jawa. Pengaruh Hindu ini bertahan sehingga abad ke 14 apabila Islam mula memasuki Nusantara menerusi Sumatra.

Sumatera
Kerajaan TambayungPulau Bintan abad Pertengahan 6 -7
Kerajaan Srivijaya Pertama Gunung Dempo
Kerajaan Keritang
Kerajaan Melayu Jambi/Kerajaan Dharmasraya/Kerajaan Melayu Lama - Jambi
Kerajaan Sekala Brak
Semenanjung Melayu
Kerajaan Gangga Negara
Kerajaan Langkasuka
Kerajaan Pan Pan
Kerajaan Kedah Tua
Kerajaan Chi Tu/Kerajaan Tanah Merah

Jawa
Kerajaan Salakanagara
Kerajaan Tarumanagara
Kerajaan Sunda Galuh
Kerajaan Isyana
Kerajaan Kalingga
Kerajaan Mataram Kuno (Hindu)
Kerajaan Medang
Kerajaan Kahuripan
Kerajaan Kediri
Kerajaan Kanjuruhan
Kerajaan Janggala
Kerajaan Jawa Dwipa
Kerajaan Singhasari
Kerajaan Majapahit
Kerajaan Pajajaran
Kerajaan Blambangan
Kerajaan Sailendra
Kerajaan Wijaya Kusuma di Kep**auan Karimunjawa
Kerajaan Sanjaya
Borneo
Kerajaan Kutai
Kerajaan Po Ni
Kerajaan Banjar
Kerajaan Negara Daha
Kerajaan Negara Dipa
Kerajaan Tanjung Puri
Kerajaan Nan Sarunai
Kerajaan Kuripan
Vietnam
Kerajaan Champa
Kerajaan Islam (1500 - sekarang)[sunting | sunting sumber]
Fail:Nusantara islam.JPG
Kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara

Masjid Baitul Rahman, Bandar Aceh. Aceh merupakan pusat tumpuan penyebaran Islam setelah kejatuhan Melaka.
Islam mula menapak di Nusantara sekitar kurun ke 11 menerusi Sumatra apabila kerajaan Pasai memeluk agama Islam. Penyebaran awal Islam di Nusantara dilakukan pedagang-pedagang Arab, Cina, India dan Parsi. Selepas itu, proses penyebaran Islam dilakukan oleh kerajaan-kerajaan Islam Nusantara melalui perkahwinan, perdagangan tempatan dan peperangan.

Pada kurun ke 14, Kesultanan Melaka berkembang menjadi pusat penyebaran Islam di Nusantara. Setelah kejatuhan Melaka, pusat penyebaran Islam beralih ke Kesultanan Aceh di Sumatra. Pada lewat kurun ke 15, Hampir keseluruhan Nusantara sudah memeluk Islam kecuali di p**au Bali, Filipina dan beberapa kawasan di Borneo, Sulawesi dan Jawa Timur.

Sumatra
Kepaksian Sekala Brak
Kesultanan Aceh
Kesultanan Asahan
Kerajaan Kemuning
Kerajaan Batin Enam Suku
Kerajaan Indragiri
Kesultanan Riau-Lingga
Kesultanan Deli
Kesultanan Jambi
Kesultanan Kota Pinang
Kesultanan Langkat
Kesultanan Pagaruyung
Kesultanan Palembang
Kesultanan Serdang
Kesultanan Siak Sri Inderapura
Kerajaan Pasai
Kesultanan Perlak
Semenanjung Melayu
Kerajaan Naning
Kerajaan Negeri Sembilan
Kerajaan Perlis
Kesultanan Johor
Kesultanan Kedah
Kesultanan Kelantan
Kesultanan Perak
Kesultanan Pahang
Kesultanan Patani
Kesultanan Selangor
Kesultanan Terengganu
Kesultanan Melaka
Jawa
Kesultanan Banten
Kesultanan Cirebon
Kesultanan Demak
Kesultanan Pajang
Kesultanan Mataram
Kesultanan Kartasura
Kerajaan Sumedang Larang
Kasunanan Surakarta
Kesultanan Yogyakarta
Mangkunagaran
Kadipaten Pakualaman
Borneo
Kesultanan Banjar
Kesultanan Bulungan
Kesultanan Brunei
Kesultanan Kutai
Kesultanan Sambas
Kerajaan Tanjungpura
Kesultanan Pontianak
Kesultanan Pasir Balengkong
Kesultanan Gunung Tabur
Kesultanan Sambaliung
Sulawesi
Kerajaan Luwuk
Kerajaan Wajo
Kesultanan Bone
Kesultanan Buton
Kesultanan Gowa
Kesultanan Soppeng
Filipina
Kerajaan Manila
Kesultanan Maguindanao
Kesultanan Sulu
Maluku
Kesultanan Ternate
Kesultanan Tidore
Kesultanan Jailolo
Kesultanan Bacan
Kerajaan Tanah Hitu
Nusa Tenggara
Kesultanan Bima
Kesultanan Dompu
Kesultanan Samawa
Zaman penjajahan Eropah[sunting | sunting sumber]
Fail:Nusantara kolonial.JPG
Penjajahan Eropah di Nusantara.

Bendera Syarikat Hindia Timur Inggeris pada tahun 1842.
Zaman penjajahan Eropah bermula apabila Portugis menawan Melaka pada tahun 1511. Pada tahun 1521, Ferdinand Magellan tiba di Cebu, Filipina dan menjadikan p**au itu sebahagian daripada empayar Sepanyol. Pada tahun 1565, keseluruhan Filipina jatuh ketangan Sepanyol dan dinamakan Hindia Timur Sepanyol. Pada 1602, Syarikat Hindia Timur Belanda ditubuhkan dan pada tahun 1605, Ambon ditawan Belanda daripada tangan Portugis. Inggeris p**a mula menapak di Nusantara apabila Sir Francis Light membuat perjanjian lisan dengan Sultan Kedah untuk mendapatkan Pulau Pinang. Belanda dan Inggeris kemudiannya bersaing untuk meluaskan pengaruh di Nusantara dan persaingan ini berhenti apabila Perjanjian Inggeris Belanda 1824 dimaterai. Perjanjian ini dan juga penjajahan Sepanyol merupakan titik penting dalam sejarah dimana Nusantara mula berpecah belah, daripada sebuah rantau yang bersatu kepada beberapa negeri mengikut penjajahnya.

Belanda
Zaman Syarikat Hindia Timur Belanda (1602 - 1800)
Zaman Belanda (1800 - 1942)
Inggeris
Syarikat Hindia Timur Inggeris
Malaya British
Syarikat Berpiagam Borneo Utara
Rajah Putih
Portugis
Timor Portugis
Melaka Portugis
Sepanyol
Hindi Timur Sepanyol
Jepun
Empayar Jepun/ Perang Dunia Kedua (1942 - 1945)

18/09/2014

Kemarau panjang

Address

Bandar
23372

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gebang T pandan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Gebang T pandan:

Share

Category